Psikotes Wartegg

Psikotes Wartegg disebut juga Wartegg Drawing Completion Test (WDCT) atau Tes Melengkapi Gambar. Simak tips dan cara pengerjaan tes wartegg yang benar agar peluangmu lulus ujian psikotes makin besar.

Psikotes Wartegg dilakukan untuk mengukur emosi, imajinasi, intelektual dan kebiasaan peserta tes. Psikotes ini akan menguji keterampilan kamu dalam merubah suatu gambar awal yang masih belum sempurna menjadi gambar lain yang lebih bermakna.

Dalam tes ini, kamu diharuskan untuk melengkapi gambar yang ada di dalam delapan kotak.

Setelah itu, pada instruksi kedua, kamu diminta untuk mengurutkan gambar. Dimulai dari yang terlebih dahulu dibuat. Jangan menuliskan nomor urut di dalam kotak karena akan dianggap sebagai bagian dari gambar yang kamu buat.

Kemudian pada instruksi ketiga sampai keenam, kamu diminta menuliskan gambar mana yang paling mudah, paling sulit, paling disukai dan tidak disukai. Kamu hanya diperbolehkan untuk memilih satu gambar saja.

Selengkapnya, simak tata cara pelaksanaan tes wartegg berikut ini.

Tata Cara Pelaksanaan Psikotes Wartegg

Gambar Tes Wartegg

PETUNJUK:
DI ATAS TERDAPAT DELAPAN BUAH KOTAK BERISI GAMBAR YANG BELUM SELESAI DIBUAT. ANDA DIMINTA UNTUK:

  1. MENYEMPURNAKAN GAMBAR YANG BELUM SELESAI DIBUAT TERSEBUT.
  2. TULISKAN NOMOR URUT DI BAGIAN ATAS KOTAK (DI LUAR KOTAK PUTIH), SESUAI DENGAN URUTAN GAMBAR YANG ANDA SELESAIKAN TERLEBIH DAHULU!
  3. DARI KEDELAPAN GAMBAR YANG TELAH ANDA SELESAIKAN TERSEBUT, SEBUTKAN GAMBAR MANA YANG PALING ANDA SUKAI DAN JELASKAN MENGAPA?
  4. SEBALIKNYA, SEBUTKAN GAMBAR MANA YANG PALING TIDAK ANDA SUKAI DAN JELASKAN MENGAPA?
  5. DARI KEDELAPAN GAMBAR YANG TELAH ANDA SELESAIKAN TERSEBUT, SEBUTKAN GAMBAR MANA YANG PALING MUDAH ANDA SELESAIKAN!
  6. SEBALIKNYA, SEBUTKAN GAMBAR MANA YANG PALING SULIT ANDA SELESAIKAN!

KETERANGAN:

  • UNTUK INSTRUKSI NOMOR 2, NOMOR URUT HARUS DITULISKAN DI LUAR KOTAK PUTIH. APABILA ANDA MENULISKANNYA DALAM KOTAK PUTIH, MAKA AKAN DIANGGAP SEBAGAI BAGIAN DARI GAMBAR YANG ANDA BUAT.
  • UNTUK INSTRUKSI NOMOR 3 DAN 4, HANYA SATU GAMBAR SAJA YANG HARUS ANDA SEBUTKAN.
  • UNTUK INSTRUKSI NOMOR 5 DAN 6, JAWABAN ANDA BOLEH SAMA DENGAN PILIHAN INSTRUKSI NOMOR 3 ATAU 4.

Arti 8 Kotak Gambar Pada Tes Wartegg

Tiap kotak gambar pada Tes Wartegg sebenarnya merupakan sebuah rangsangan (stimulus) yang bisa mengungkap kepribadian dan karakter dasar orang yang diuji.

Arti atau makna dari setiap kotak gambar yang ada pada Psikotes Wartegg adalah:

Kotak 1 – Titik Hitam di Tengah

Merupakan awal atau akhir suatu pekerjaan, menutup, berada di posisi tengah suatu tugas atau pekerjaan. Kotak ini menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan penempatan atau penyesuaian diri. Tentang bagaimana kamu menempatkan diri dalam lingkungan.

Kotak 2 – Garis Bergelombang

Terdapat pada sesuatu yang hidup dan bergerak. Gambar yang hidup atau dinamis, bukan statis. Berhubungan dengan penyesuaian perasaan (emosi).

Kotak 3 – Tiga Garis Vertikal yang Semakin Memanjang

Adanya ciri-ciri geometris yaitu garis lurus beraturan. Mengukur seberapa kuat dorongan, hasrat, atau ambisimu untuk maju.

Kotak 4 – Kotak Hitam yang Berat, Solid, Statis

Punya karakter sebagai balok, dituntut sesuatu yang eksak dan fleksibel juga rasional. Berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam memecahkan persoalan maupun dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi.

Kotak 5 – Dua Garis yang Bertentangan

Bentuk yang geometris dengan struktur garis lurus. Berhubungan dengan bagaimana cara bertindak dalam menghadapi sesuatu.

Kotak 6 – Garis Horizontal dan Vertikal

Menunjukkan gejala dua garis yang berpotongan. Berhubungan dengan daya sintesis analitis (kecerdasan dalam penerapan).

Kotak 7 – Titik-titik yang Membentuk Setengah Lingkaran

Menyangkut kemampuan emosional (affective) daripada kemampuan rasional. Berkaitan dengan kepekaan perasaan. Termasuk mengukur apakah sudah stabil ataukah masih kekanak-kanakan.

Kotak 8 – Garis Lengkung yang Luas

Objek-objek yang mempunyai fungsi melindungi. Berkaitan dengan hubungan sosial, masalah interdependensi (saling ketergantungan).

Gambar Yang Disarankan

Kotak 1

Kotak ini berisi gambar titik (.) di tengah kotak. Menunjukkan karakter seseorang dalam beradaptasi. Pola ini menggambarkan tentang kelincahan.

Saran: gambarlah makhluk hidup yang memiliki karakteristik seperti di atas. Misalnya seperti gambar serangga, roda, sasaran tembak, jam, pusat bunga, mata hewan atau manusia, pusat model atau hiasan, dll.

Kotak 2

Kotak 2 diawali dengan gambar garis yang meliuk seperti huruf S. Menunjukkan karakter yang fleksibel dan luwes. Pola ini menggambarkan tentang kebebasan.

Saran: gambarlah hewan yang bisa terbang dan berada di langit. Misalnya seperti gambar burung terbang, bagian dari gunung, gelombang air, bendera, layang-layang, tumbuh-tumbuhan, awan, alis mata, topi, kepala binatang, dll.

Kotak 3

Terlihat gambar tiga garis vertikal yang semakin tinggi. Menunjukkan ambisi dan kesuksesan. Selain itu, pola ini menggambarkan kemauan dan tekad untuk memperbaiki diri.

Saran: gambarlah tangga, tiang listrik, ataupun pagar, tangga rumah, rumah atap, tiang telepon, bendera, dll.

Kotak 4

Yaitu gambar persegi berwarna hitam di pojok kanan atas. Bermaksud mengukur kemampuan kamu dalam menghadapi konflik atau masalah. Pola ini juga menggambarkan tentang tekad yang kuat.

Saran: gambarlah bangunan-bangunan yang terbuat dari beton, papan catur, teka-teki silang, jendela rumah, cerobong, balok atau dadu, dll.

Kotak 5

Berisi gambar yang sekilas tampak seperti huruf T miring. Berfungsi untuk menguji cara kamu berpikir. Pola ini menggambarkan tentang kecepatan seseorang dalam memecahkan masalah.

Saran: gambarlah sebuah objek yang kompleks, cepat, dan tepat seperti gambar mobil ataupun motor, sapu, palu, kapal terbang, bagian dari kendaraan yang ada kemudi, sepeda, dll.

Kotak 6

Kotak ini berisi gambar garis horizontal dan vertikal yang terpisah. Garis horizontal berada di sisi atas sedangkan garis vertikal di kanan. Pola ini menggambarkan kesederhanaan yang menghadirkan realitas.

Saran: gambarlah televisi, kamera, atau komputer, segiempat, rumah, jendela, peti, lemari, radio, antena, dll.

Kotak 7

Gambar berupa titik-titik seperti huruf C. Gambar ini mewakili kestabilan emosi. Pola yang menginterpretasikan suatu proses yang dilakukan dengan hati-hati atau tidak boleh sembarangan.

Saran: gambarlah ulat atau ular, jejak kaki, bunga, kalung, hidung, monogram, dll.

Kotak 8

Kotak terakhir ini memuat gambar sebuah garis lengkung ke bawah. Gambar yang menunjukkan kedewasaan dan kebijaksanaan. Pola ini mertujuan untuk melihat kebijaksanaan dan kebesaran hati dalam mengambil keputusan.

Saran: gambarlah makhluk hidup yang besar dan menunjukan kewibawaan. Misalnya gambar gajah, wajah manusia, matahari, bulan, bola, buah-buah, pelangi, payung, roda, layang-layang, dll.

Interpretasi Hasil Tes Wartegg

Interpretasi hasil pengerjaan tes wartegg terdiri dari berbagai sisi. Namun di sini kita hanya akan melihatnya dari urutan pengerjaan gambar yang diselesaikan oleh peserta tes.

Pada instruksi nomor 2 dari tata cara pelaksanaan tes wartegg di atas, kamu diminta untuk membubuhkan nomor urutan gambar yang diselesaikan terlebih dahulu.

Hal ini ternyata berguna bagi penguji untuk mengetahui gambaran tentang kepribadian kamu lho!

Kepribadian seseorang dapat diperkirakan dari urutan pengerjaan gambar tes wartegg. Gambar mana yang dia pilih untuk didahulukan ataupun dikerjakan belakangan.

Berikut ini beberapa interpretasi dari hasil tes wartegg menurut urutan gambar yang dikerjakan.

Kotak 1

Bila didahulukan:
Perasaan seimbang, konsentrasi baik.

Bila belakangan:
Gangguan perasaan diri, gangguan konsentrasi, menarik diri dari pergaulan.

Kotak 2

Bila didahulukan:
Menggunakan perasaan dalam bergaul, senang.

Bila belakangan:
Perasaan ditekan, dingin.

Kotak 3

Bila didahulukan:
Ingin berprestasi, ambisi, ingin diakui.

Bila belakangan:
Perasaan rendah diri, infantil.

Kotak 4

Bila didahulukan:
Rasional, cenderung mencari-cari masalah.

Bila belakangan:
Cenderung menghindarkan diri dari masalah.

Kotak 5

Bila didahulukan:
Vitalitas atau energi kuat, sikap oposisi.

Bila belakangan:
Vitalitas lemah, pengendalian diri.

Kotak 6

Bila didahulukan:
Rasional, logis atau formil.

Bila belakangan:
Dikuasai fantasi, tidak formil.

Kotak 8

Bila didahulukan:
Ikatan dengan norma kuat.

Bila belakangan:
Kurang pengikat terhadap norma, cenderung semaunya, kurang perhatian terhadap lingkungan.

Tips Mudah Lulus Psikotes Wartegg

Tes Wartegg tidak memerlukan kemampuan menggambar. Tes ini hanya suatu cara bagi
seorang penguji/psikolog untuk mengetahui kepribadian kamu dari cara menggambar dan
apa yang kamu gambar.

Tes Wartegg mengharuskan peserta untuk melengkapi gambar yang terdiri dari delapan
kotak. Empat kotak diantaranya berupa garis lurus (Kotak III, IV, V, dan VI) dan empat lainnya
berupa garis lengkung (Gambar I, II, VII, VIII).

#1 Kerjakan Dengan Urutan Bebas Tapi Berpola

Jangan dikerjakan berurutan sesuai soal sebab kamu akan dicap sebagai orang yang kaku dan konservatif. Disarankan mengerjakan mulai dari nomor 4,3,2,1,5,6,7,8, atau sebaliknya. Keseimbangan kamu akan dilihat dari sedikit acak (kreatif) tetapi masih ada urutan polanya.

#2 Garis Lurus Digambar Benda Mati dan Garis Lengkung Digambar Benda Hidup

Untuk garis lurus yang kaku sebaiknya kamu menggambar benda mati dan untuk garis lengkung sebaiknya kamu menggambar benda hidup.

Kotak nomor 1,2,7,8 gambarlah makhluk hidup dan bentuk yang menunjukan sifat feminin, misalnya kupu-kupu.

Kotak nomor 3,4,5,6 gambarlah benda mati dan bentuk yang menunjukkan sifat maskulin, seperti tiang listrik, gedung bertingkat, dan lain-lain.

Jika kamu menggambar terbalik, misalnya garis lurus digambar menjadi bunga, hewan, ataupun sebaliknya, garis lengkung kamu gambar menjadi mobil, mesin, hal ini menandakan ada yang salah dengan jiwa atau kepribadian kamu.

#3 Gambarlah Dengan Jelas dan Mudah Dimengerti

Selanjutnya dari cara menggambar pun dapat memperlihatkan kepribadian kamu. Misalnya jika saat menggambar kamu terlalu sering menghapus, atau bahkan kertas kamu sampai kotor, menandakan bahwa kamu adalah orang yang peragu atau tidak terencana.

Selain itu, gunakan garis yang proporsional dalam mengambar. Jika kamu menggambar terlalu kuat untuk garis yang seharusnya lembut bisa menandakan bahwa kamu termasuk orang yang keras kepala.

#4 Jangan Sambungkan Garis Putus-Putus Pada Kotak 7

Pada kotak 7 terdapat garis putus-putus yang melengkung. Jangan membuat gambar dengan menyambungkan garis putus-putus tersebut. Itu akan mengesankan kamu memiliki emosi yang tidak stabil. Biarkan garis tersebut tetap putus-putus dan buatlah gambar yang relevan dengannya.

#5 Gambar Sesuatu Yang Unik dan Tak Terduga

Apa yang kamu gambar juga menunjukan kecerdasan atau IQ kamu. Jika kamu menggambar sesuatu yang biasa saja dan umum tentu penilaian tingkat kecerdasannya akan berbeda dibanding jika kamu menggambar sesuatu yang unik dan tidak terpikirkan oleh orang lain.

Contoh Gambar Tes Wartegg Yang Baik

Berikut ini beberapa contoh hasil pengerjaan tes wartegg yang bisa kamu pelajari.

Contoh Gambar Tes Wartegg 1
Contoh Gambar Tes Wartegg 2
Contoh Gambar Tes Wartegg 3
Contoh Gambar Tes Wartegg 4
Contoh Gambar Tes Wartegg 5

Sejarah Tes Wartegg

Tes Wartegg diperkenalkan pertama kali oleh Miss Kinget untuk mengetahui tentang HORN – HELLERSBRG tes. Kemudian dikembangkan sekitar tahun 1930 oleh Dr. Ehrig Wartegg. Ini diketahui dalam karyanya Gestaltung und Character.

Tes Wartegg biasa juga disebut Wartegg Zeichen Test (WZT) atau The Wartegg Drawing Completion Test (WDCT) atau Drawing Completion Test (DCT). Tes ini terdiri atas 8 buah kotak berupa bentuk/gambar yang ambigu di tiap 8 kotaknya.

Dasar teori dari tes ini adalah Psikologi Gestalt yang dikembangkan oleh F. Kreinger dan F. Sander di University of Leipzig. Menurut Psikolgi Gestalt bukan saja obyek yang dipersepsikan, tetapi juga subyek yang mengalami harus dianggap sebagai “struktur”.

Struktur ini terbentuk dari sejumlah orientasi dan disposisi yang spesifik dan dinamis yang cenderung “memberi bentuk” dan mengorganisir yang alami. Dari hasil pengolahan rangsang yang dibuat subyek dapat dilihat struktur dari subyek yang membuat.

Teori psikologi yang besar peranannya pada tes Wartegg adalah Psikoanalisis. Menurut Roivainen (2009) tes Wartegg merupakan tes yang berakar dari psikoanalisis dan psikologi Gestalt.

Berkat psikoanalisis, interpretasi tes Wartegg lebih luas, karena respon terhadap gambar merupakan proyeksi dari kepribadian. Psikologi Gestalt berasumsi bahwa keseluruhan terdiri dari bagian-bagian dan bagian-bagian adalah keseluruhan, bahwa objek atau gambar dalam tes wartegg adalah sebuah kesatuan yang merupakan cerminan dari pengalaman seseorang yang menggambar.

Psikologi Gestalt dikembangkan dari Teori Psikoanalisa yang menekankan bahwa manusia dibentuk oleh pengalaman masa lalunya yang tidak bisa lepas dari dirinya saat ini. Begitupun dalam menggambar, saat subjek memunculkan respon stimulus jelas merupakan pengalaman masa lalu atau apa yang pernah ia lihat sebelumnya.

Respon-respon yang muncul dalam gambar merupakan suatu ide yang dapat memunculkan ide-ide baru, hal ini terkait dengan teori psikologi asosiasi, yaitu semua gambar memiliki hubungan dengan ide-ide pertama yang muncul dan sebagai simbol-simbol tertentu merespon stimulus.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, dasar teori utama yang membentuk Tes Wartegg adalah Teori Gestalt dan Teori Psikoanalisis.

Test ini kemudiaan di kembangkan oleh Wartegg seperti yang dapat dilihat pada “blank” yang dipakai sekarang. Stimulus sangat sedikit dan sebagian besar sangat kecil sehingga memungkinkan variasi respons yang cukup luas. Kemungkinan untuk mengkonstruksikan stimulus dalam suatu keseluruhan yang berarti menjadi lebih besar.

Dengan adanya kebebasan yang besar dalam menkonstruksikan stimulus maka semakin besar pula kemungkinan individu mengekspresikan dirinya. Materi test yang digunakan oleh wartegg juga bertujuaan untuk menghindarkan faktor-faktor yang mengancam misalnya dari sifat test yang ambigu dan asing yang mungkin menimbulkan sikap ragu-ragu, cemas, dan sebagainya.

Tes Wartegg adalah sebuah tes proyeksi sederhana yang berupa setengah kertas ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Dalam setiap kotak terdapat rangsang-rangsang tertentu yang masing-masing kotaknya akan memberikan kesan spesifik yang berbeda-beda dan tentu saja reaksi yang berbeda pula sesuai dengan kepribadian orang yang tengah diperiksa.

Ukuran segi empat (pada kotak) bertujuan untuk membantuk subyek memusatkan perhatian pada tempat yang terbatas. Pada stimulus dan ukuran ini memungkinkan semua gambar terlihat dalam satu halaman sehingga memudahkan perbandingan-perbandingan yang berhubungan dengan skor dan interpretasi hasil.

Bingkai yang hitam dari segi empat juga bertujuaan untuk memusatkan perhatian subyek pada stimulus. Sebagai contoh satu titik atau setengah lingkaran. Tugas untuk testee adalah melanjutkan gambar yang sudah ada tersebut menjadi suatu gambar baru. Hasil yang didapat kemudian dievaluasi baik secara grafologis dan simbolis. Masing-masing bidang tertentu yang tampaknya berisi aspek-aspek yang berbeda dari kepribadian. Hal ini penting untuk apa yang sejauh ini oleh subjek tes yang diterima.

Seperti juga dengan tes lain dan validitas yang memadai. Wartegg mengakui dalam menggunakan aplikasi dari psikologi membutuhkan tipologi kepribadian yang lebih rinci. Sehingga beliau mengungkapkan 4 dimensi skema dari fungsi dasar yaitu emosi, imajinasi,
kecerdasan, dan aktivitas.

Tes Wartegg masih menjadi salah satu andalan alat tes yang digunakan dalam seleksi karyawan, karena sampai saat ini masih diyakini mampu menggambarkan profil kepribadian seseorang. Tes Wartegg mengungkapkan fungsi-fungsi dan aspek-aspek di dalamnya.

Fungsi Emotion memiliki dua aspek, yaitu aspek Open dan Seclusive. Fungsi Imagination juga memiliki dua aspek, yaitu aspek Combinate dan aspek Creative. Fungsi Intellect memiliki dua aspek, yaitu aspek Practical dan Speculative. Fungsi Activity juga memiliki dua aspek di dalamnya, yaitu aspek Dinamic dan aspek Controlled.

Hasil penelitian oleh Aulia, Kustimah dan Frederick (2007) tentang “Hubungan antara Hasil Tes Rorschach dengan Wartegg Zeihen Test (WZT) dalam Menggali Aspek Emosi dari Kepribadian” menyebutkan bahwa stimulus emosi dari lingkungan memiliki korelasi yang positif dengan eksekusi seseorang untuk memberikan respon yang menggambarkan indikator content emosi Outgoing. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian seseorang dapat ditinjau dari instrumen psikologi, salah satunya adalah tes wartegg.

Referensi:
– Kinget, G. M. (2003). Wartegg Tes Melengkapi Gambar. Terjemahan Saifudin Azwar.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan
Pelajari Juga:

Psikotes Verbal

Sering berlatih contoh soal psikotes verbal menjadi penting karena ia bukanlah pelajaran yang wajib diajarkan. Padahal hampir semua…

Contoh Soal Psikotes

Psikotes kerap kali menjadi batu sandungan bagi para pelamar kerja terutama mereka yang masih fresh graduate. Mereka masih…

Psikotes Penalaran

Contoh soal psikotes penalaran umumnya terdiri dari: tes penalaran analitis, tes penalaran logika, tes ketelitian, tes Army Alpha,…

Psikotes Matematika

Contoh Soal Psikotes Matematika dalam contohsoalku.com berisi berbagai tipe soal psikotes yaitu: Tes Deret Angka, Tes Angka Berkolom,…